Friday, December 21, 2012

12/12/12

Bismillah
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah & hari akhirat, hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya,
Barangsiapa yang beriman kepada Allah & hari akhirat, hendaklah dia memuliakan tetamunya,
Barangsiapa yang beriman kepada Allah & hari akhirat, hendaklah dia berbicara yang baik & diam"
{Hadith riwayat Muslim}
"Sembahlah Allah & janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu pun.
Dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapa, karib kerabat, anak-anak yatim,
orang2 miskin, tetangga yang dekat & jauh, teman sejawat, ibnu sabil & hamba sehayamu.
Sungguh Allah tidak menyukai orang yang sombong & membanggakan diri."
{An-Nisa' : 36} 

"Ketika pertanggaan (kejiranan), pelayanan kepada tetamu & komunikasi sosial
dijadikan oleh Sang Nabi sebagai tolok ukur keimanan, saya begitu meriding.
Akankah kemudian nilai kita di sisi Allah ditimbang dari persaksian tetangga-tetangga kita,
tetamu kita & semua manusia yang pernah berbicara dengan kita?
Sungguh, begitu menghentak pertanyaan ini, menampar diri & memukul-mukul jiwa.
Tetapi begitulah kebenaran.
Mintalah orang bertanya tentang kita pada tetangga kita,
kemudian mintalah dia melihat raut wajah pertamanya saat menjawab.
Mintalah orang bertanya tentang kita kepada orang2 yang bergaul dengan kita,
kemudian memperhatikan ekspresi spontannya."

-Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim
________________________________________________________________________

Pada tarikh 12/12/12, abang kepada mama saya telah meninggalkan dunia yang fana buat selama-lamanya.
Uncle Mukarram, kami anak-anak saudara memanggilnya.
Dan saya sangat terkesan, dengan status FB, cerita dan komen ahli keluarga & rakannya tentang betapa arwah telah mengajarkan mereka, telah membimbing mereka sebaiknya semasa hayatnya.
Ramai yang sempat merasa buah pemberian tangannya. Ramai yang merasai kehilangannya.
Malah Tuan Guru Nik Abdul Aziz sendiri menziarahi keluarganya beberapa hari selepas pemergian arwah.

Banyak masa & hartanya dipergunakan untuk perjuangan menegakkan daulah Islam, insyaAllah.

Terfikir,
apabila tiba waktu saya dijemput Allah nanti,
bagaimana orang di sekeliling akan mengingati saya.
Apakah di dunia ini saya benar telah memaknakan "erti hidup pada memberi"
Sudahkah saya tunaikan hak silaturrahim kepada mereka yang disamping saya.

Dan terbaca petikan "Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim" tentang beriman pada Allah & hari akhir,
benar2 mengetuk hati betapa iman juga diukur dengan hubungan kita dengan orang sekeliling.
Ya, komunikasi & layanan kepada orang sekeliling juga adalah ukuran indikasi iman kita.


________________________________________________________________________

Di rumah Uncle Mukarram, semasa menziarahi keluarganya pada hari tersebut.

Mama : Ni kain apa banyak2?
Aunty Aini (isteri uncle Mukarram): Kain pelikat, 7 helai. Lapik tidur dia hari2.
Mama : Owh, dia tidur atas kain pelikat ..
Aunty Aini : Ha’ah, tidur atas lantai lapik kain pelikat. Senang bangun malam kata dia.
Mama : Allah.. T-T

Walaupun rumahnya tiga tingkat & berkolam renang,
tapi hakikatnya dia tidur cuma berlapikkan 7 helai kain pelikat,
bukan tilam empuk..
supaya senang untuk bangun tahajud :’)


__________________________________________________________________________


When you spent your life so much in giving,
you will somehow touch a lot of hearts.

Benar, Allah punya cara tersendiri, memuliakan manusia.
Walau disembunyi amal2, namun iman adalah suatu haruman yang tidak akan terlindung.



"Maka amal soleh, kerja-kerja ketaatan & laku-laku kebajikan, kata Sayyid Qutb dalam Fi Zilal, adalah batang yang tumbuh tegak secara alami(semulajadi) dari keimanan yang telah berakar dalam jiwa. Mereka adalah gerak yang bermula pada detik di mana hakikat keimanan itu menghunjam di dalam hati"  
"Itulah amal islami!  Tak mungkin tinggal diam tanpa gerak, atau tersembunyi tanpa menampakkan diri dalam bentuk yang dinamis di luar diri sang mu'min. Jika tak bisa melahirkan gerakan yang alami tersebut, maka keimanan itu adalah palsu atau mati. Sama seperti bunga yang tidak bisa menahan semerbak wewangiannya"

Iman yang berakar kukuh, pasti akan menumbuhkan rimbun dahan2 amal dan bunga2 akhlaq.
Semulajadi, tanpa dipaksa-paksa.
Jika masih sukar beramal & berakhlaq, mungkin ada yang masih tidak kena dengan iman kita. 


Allahu Allah T-T

Berbuat baik dengan manusia.
Menjaga silaturrahim.
Iman.
Amal & akhlaq.


Saya kira, banyak sudah refleksi dari sebuah kematian.
Benarlah ia merupakan sebuah peringatan, ketukan hati, booster iman.
_______________________________________________________________________

Dan tidak sahabat, 
kita tidak akan masuk syurga hanya dengan hidup biasa-biasa,
ibadah wajib terlewat, yang sunat tak kemana,
laman sosial penuh dengan umpatan dan rungutan,
masa lapang kita diisi di pusat beli belah & movie,
hari hari kita cuma buruan ni'mat & senang dunia.

Sedang yang syahid itu menjual darah & hidup mereka,
supaya Islam terus tertegak di bumi,
sedang da'ie itu tegar menghabiskan waktu mengisi manusia lain,
memberi peringatan supaya setiap detik tidak terugikan (Al-Asr),
supaya semuanya bernilai, supaya Allah redha.

Dan kita?

Dan kita..

Friday, November 16, 2012

chapter 3

Chapter 3 : Nikah

"Saat Allah kata jadi,
semuanya jatuh di letaknya sendiri"


23 Ogos 2012.
Pagi itu sederhana.
Tidak hujan, tidak panas terik.

2 hari sebelumnya, tunang datang beraya.
Itu kali pertama saya melihatnya face to face.
Tinggi. Konfiden. Selamba berbual dengan mama & papa.
Saya diam membisu di hujung ruang tamu, cuba berselindung di sebalik dinding.
Tidak tahu mahu menanya apa, tidak tahu apa mahu dibualkan.
Ketika dia sudah hendak keluar pintu & pulang,
pandangan kami bertemu, sesaat atau mungkin dua.
Senyum. Tanpa kata-kata.

Dan awal pagi 5 Syawal itu, dia tiba berpakaian serba putih.
Hanya Allah pemberi keyakinan buatnya, menjemput saya menjadi suri, tanpa perkenalan yg mendalam sepanjang pertunangan.
Dan saya,
saya rasa sudah lama menunggu saat ini, dinikahkan dengan orang yg sangat saya hormati dan kagumi.

______________________________________________________________________

Nikah is the day Allah let you taste, a piece of heaven.

"Aku terima nikahnya", and by that, i am a wife of him.

I remember vividly the moment when he put his right palm on my head and recited do'a,
when he kissed my head with both his hand holding firmly at the side.
It felt warm and safe. It feels safe.

I remember vividly my tears after our 1st solat jamaah together,
when he recited do'a rabitah.
Every words of the do'a seeped directly deep into the heart.
And how I pray that the do'a will be delivered to Allah, safely.

I remember falling in love with him, for everything he has and he is.
Feeling and experiencing the beauty and perfection of love, halal-ly,
Taken, by the name of Allah.

_________________________________________________________________________

Malam itu kami berbual panjang.
Tentang kelemahan masing2.
Tentang expectation masing2.
Tentang hala tuju perkahwinan, perancangan masa depan.

Itulah kali pertama, kami berbicara mata ke mata, hati ke hati.
Alhamdulillah, tiada rasa kekok meluahkan semuanya.
Dan tidak susah langsung pun untuk jatuh cinta, dengan suami sendiri,
walau sebelumnya kami jauh & asing :')

Setiap detik, kami belajar lebih tentang diri masing-masing,
cuba 'membangun' cinta lebih tinggi dari saat sebelumnya.
Saat-saat itu, saya asyik terbayangkan syurga.
Kalau setitik rahmah Allah yang cuma 1 dari 100 bahagian ini sudah terasa begitu indah & membahagiakan..
tidak terbayangkan keindahan dan kesempurnaan syurga itu bagaimana.
Allah T-T


Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya:
"Saya telah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda;
"Allah telah mencipta rahmah sebanyak 100 bahagian.
Lalu Dia memegang 99 bahagian di sisiNya,
dan menurunkan satu bahagian ke bumi.
Dengan sebab satu bahagian ini, seluruh makhluk saling mengasihani,
sehingga kuda betina mengangkat kuku kakinya (supaya jauh) daripada anaknya
kerana bimbang terkena pada anaknya itu"

{Riwayat Bukhari & Muslim - Kitab Adab Bab 9}


Saya juga belajar, untuk mengendali perasaan saat berjauhan.
Belajar untuk meletakkan percaya pada suami, dan yakin dengan Allah.
Belajar untuk belajar dengan fokus & bersungguh-sungguh, memberi prioriti bukan dengan emosi.
Belajar untuk menjaga diri, penampilan, kata-kata, akhlak dan semuanyalah.
Semuanya supaya dia senang, dan akhirnya supaya Allah redha.

Akhir kata, jalan masih panjang, terbentang di hadapan.

Mimpi dengan lembut telah merentang hamparan indah di hadapan.
Namun jalannya takkan pernah dapat dijejaki,
kecuali oleh derap langkah sang pemberani.


Sekian sahaja.

Wednesday, October 24, 2012

memaknakan iman


Tiga manusia itu sedang melintas di sebuah lembah. Kosong, gersang, terik, liar, tak berpenghuni. Tak tampak haiwan, tak melihat tanaman.
Mereka adalah seorang lelaki yang mulai menua, dan seorang wanita yang menggendong bayi merah. Rasa lelah membuat mereka berhenti. Dan sang bayi yang kehausan mulai menetek pada ibunya.

Tetapi laki-laki itu, suaminya yang soleh, tiba-tiba saja berjalan ke arah utara. Sekilas sang isteri melihat ada kaca-kaca di pelupuk matanya. Dan ia terus berjalan. Hingga kemudian sang isteri sedar, bahwa dia dan bayinya ditinggalkan.
Maka ia pun mengejar mencoba menyusul. Ia berlari kecil dengan bayi merahnya terguncang-guncang dalam gendongan.

"Mengapa kau tinggalkan kami hai Ibrahim?", serunya penuh tanya.
Lelaki itu, Ibrahim tidak menjawab. Ia hanya berhenti sejenak, menghela nafas dalam-dalam dan menahan isak.
"Mengapa kau tinggalkan kami hai Ibrahim?"
Yang ditanya tetap diam. Ia tak mampu menjawab. Lalu ia melangkah lagi, sedikit menyerong, mengindar dari isterinya yang menghadang.
"Mengapa kau tinggalkan kami hai Ibrahim?"
Ibrahim masih diam. Dalam hatinya berkecamuk sejuta senyawa rasa.

Dia yang menanti-nati buah hati berpuluh tahun lamanya. Dia yang melalui malam-malamnya dengan doa-doa, memohon ada tangis kecil yang memecah kesunyian rumah nya. Kini Allah telah memberikan anugerah itu, Isma'il. Dan kini, Allah tiba-tiba memintanya meninggalkan Ismail dan ibunya di tanah tak berpenghidupan ini.
Ia akan merasa sepi lagi. ia akan dilanda khawatir tak bertepi. tetapi apa daya seorang hamba? Dan mengapa harus bersangka pada Allah dengan yang tak semestinya?
Ya, ia redha dengan perintahNya. Hanya saja ia tak sanggup menjawab Hajar. Lapis bening di matanya telah berubah menjadi genangan. Hatinya gerimis.

"Apakah ini perintah Allah?", tiba-tiba Hajar mengubah pertanyaan.
Ibrahim terhenyak. Ia berhenti sesaat, lalu berbalik. Tatapannya ditumbukkan ke bola mata Hajar yang bening dan polos. Keduanya tangannya mencekau lengan hajar.
"Ya", katanya. Helaan nafasnya panjang & berat.
"Ini perintah Allah."

Sesaat hening. Mereka berpelukan.
"Kalau ini perintah Allah", kata Hajar berbisik di telinga suaminya,
"Dia sekali-kali takkan pernah menyia-nyiakan kami"

______________________________________________________________________

"Ya Rabb kami, sungguh telah kutempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tak bertanaman di dekat rumahMu yang dihormati.
Ya Rabb kami, agar mereka mendirikan solat.
Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan karuniakan pada mereka rezeqi dari buah-buahan.
Mudah-mudahan mereka bersyukur
"
{Ibrahim : 37}

Maka begitulah. Jalan cinta pejuang selalu meminta kita memahkotai cinta dengan iman bercahaya. Ibrahim, kekasih Allah itu membuktikan cintanya.
Demikian pula Hajar isterinya. Kalimatnya menjadi proklamasi iman sepanjang masa.
"Kalau ini perintah Allah, sekali-kali Dia takkan pernah menyia-nyiakan kami"
Inilah perasaan bergejolak menjadi keteguhan. Perasaan yang menggantungkan diri pada Zat Maha Tinggi, hingga meleset molancati emosi2.

Inilah iman.



m/s 248-250 Jalan Cinta Para Pejuang - Salim A Fillah ______________________________________________________________________

:')

Terlalu amat mengagumi keyakinan mereka dengan Allah,
tanpa secalit ragu pun.
Iman yang bergerak menjangkaui segala emosi hati,
mengatasi segala perit sukarnya diuji.

Selalu mengingatkan diri sendiri tentang kisah Hajar.
Mengingatkan diri sendiri bahawa betapa wajib bersangka baik dengan Allah.
Mengingatkan diri sendiri cinta itu mestilah buah dari iman dan hanya kerana Allah.

diperlukan suatu hentakan yakin
yang akan melahirkan
keberanian, keteguhan & kesabaran
bertolak dari jaminan yang tak pernah lapuk
-Rahmat Abdullah

"Dan barangsiapa mengerjakan amal2 soleh & dia dalam keadaan beriman,
maka dia tidak khuatir akan perlakuan yang tidak adil kepadanya,
dan tidak pula khuatir akan pengurangan haknya"
{Taha : 111-112}

"Tidak ada kesusahan (atau bala bencana) yang menimpa seseorang
melainkan dengan izin Allah,
dan sesiapa yang beriman kepada Allah,
Allah akan memimpin hatinya (untuk menerima apa yang berlaku itu dengan tenang & sabar),
dan ingatlah, Allah maha mengetahui akan tiap sesuatu"
{At-Taghabun : 11}

"Sesungguhnya orang2 yg menegaskan keyakinannya, dengan berkata 'Tuhan kami ialah Allah',
kemudian mereka tetap teguh di atas jalan yg betul,
akan turunlah malaikat kpd mereka dari masa ke semasa,
(dengan memberi ilham): 'Janganlah kamu bimbang (dari berlakunya kejadian yg tidak baik terhadap kamu) & janganlah kamu berdukacita, dan terimalah berita gembira bahawa kamu akan beroleh syurga yang telah dijanjikan kpd kamu"
{Al-Fussilat : 30}

"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada tuhan melainkan Dia.
Hanya kepada-Nya aku bertawakkal ,
dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arasy yg agung"
{At-Taubah : 129}
__________________________________________________________________

Sekian,
salam EidulAdha 1433H.

p/s:
posting O&G.
1st time betul2 enjoy oncall.

hmm.. tahun akhir cuma berbaki separuh perjalanan >_<
Rabbina yusahhil.

p/s:
bidding goodbye to le zauj.
jaga diri, jaga iman <3.
mumtaz, InsyaAllah!
:) << senyuman tabah

jumpa lagi 4 bulan!

Monday, October 15, 2012

chapter 2

sudah lama masa berlalu sejak post yang terakhir.

masih sedang dalam proses mencari titik imbang antara menjadi pelajar tahun akhir, isteri (hujung minggu >_<), berprogram dll.
maka terimalah post yang sudah lamaaa terperap dalam draft.
mohon diceduk mana-mana yang baik, ditegur mana yang silap, dan diambil pengajaran mana yang buruk.


Bismillah.

Pertunangan

Pada tarikh 4 Syawal 1432H, dalam sebuah majlis sangat ringkas di rumah sendiri,
dengan lafaz ta'awwuz dan bismillah, uminya menyarungkan cincin emas putih ke jari manis kiri. Alhamdulillah.
Terasa tenang mengalir di setiap vein dan artery.
Maka bermulalah chapter baru hidup saya.
Tempoh yang singkat saya kira, tapi sangat manis dan penuh makna.
Saya bertunang dalam keadaan tidak pernah berjumpa bakal tunang saya pun, kerana dia tidak pulang ke Malaysia. Cuma satu sesi skype ringkas sebelum itu, yang dimoderatorkan oleh orang tengah kami.

Persiapan

Saya dan dia, walaupun hakikatnya bertunang, tidaklah mengambil masa bertunang ini untuk berkenalan antara satu sama lain.
Kerana kami, atau sekurang-kurangnya saya, sudah pun tahu latar belakang dia (sekolah sama) serta telah kenal keluarga dia sejak sekian lama.
Lamaran dan cara dia menjaga perhubungan sepanjang tempoh pertunangan sendiri telah banyak memberi gambaran tentang akhlak dia.

Yang masih misteri, adalah personaliti dan tabiat2 dia.
Namun, kami tangguhkan semua perkenalan peribadi itu setelah akad nikah.
InsyaAllah, punya masa seumur hidup untuk berkenalah.
Saya percaya, ta'aruf / perkenalan selepas pernikahan adalah lebih jujur dan telus.
Ketika sudah tinggal bersama, pastinya tiada apa lagi personliti & sikap yang dapat dilakonkan.

Setelah mempunyai keyakinan itu, maka agenda seterusnya yang jauh lebih penting, adalah siapa saya.
Sudahkah benar2 solehah untuk menjadi seorang isteri penyejuk mata, dan ibu pendidik jundi-jundi Allah nanti?
Cukupkah ilmu dan matangkah pemikiran dan tingkah laku untuk menghadapi cabaran2 sepanjang perjalanan yang diimpikan berakhir di syurga nanti?

Maka saya percaya agenda paling utama sepanjang pertunangan, adalah kearah meningkatkan diri sendiri.
Perlu fokus mempertingkatkan ilmu,
melatih, membiasakan personaliti yang baik- good habit,
menjaga & mengoptimumkan kesihatan mental & fizikal,
dan paaaling penting, membaiki relationship dengan Allah.

Saya yakin, bila meletakkan pergantungan sepenuhnya kepada Allah, bila sentiasa dan sentiasa dapat bersangka baik dengan Allah, bila hati lunak dan karib dengan Allah & berusaha agar amal ibadah istiqamah ikhlas lillah, InsyaAllah, sebenarnya banyak perkara lain dapat settle.

Pernah saya baca satu artikel, naqibnya mengenakan syarat, untuk layak bernikah, mestilah sudah membawa usrah sendiri. Usrah adalah medan yang baik, mengasah bakat kepimpinan, berkomunikasi, berkompromi, berkasih-sayang dan menjadi matang.

Antara ujian di ambang pernikahan adalah ujian 'menjaga/mengambil hati' orang yang lebih tua. Saya belajar bahawasanya komunikasi yang baik dan berkesan adalah sangat sangat sangat penting untuk menjaga siilaturrahim dan hubungan. Bagi saya yang berpersonaliti agak pendiam dan kurang assertif ni, komunikasi adalah suatu cabaran & titik lemah yang perlukan banyak usaha penambah baikian.

Antara buku berkaitan yang sempat saya habiskan sepanjang pertunangan; Jalan Cinta Para Pejuang - Salim A Fillah, Nikmatnya Berpacaran setelah Pernikahan - Salim A Fillah, Bahagianya Merayakan Cinta - Salim A Fillah (nampak sngt suka tulisan dia). Yang lain2, boleh baca, Kisah Cinta di Rumah Hassan Al Banna - Lili Nuraulia, Pemilik Cintaku Setelah Allah & Rasulnya - Fatimah Syarha. Kalau minta saya pilih satu buku sahaja, saya sangat mengesyorkan baca "Di Jalan Da'wah Aku Menikah - Cahyadi Takariawan". Informatif, padat dan simply the best.

Untuk bahan bacaan online, saya suka catatan Hilal Asyraf; Sebelum Aku Bernikah. Tulisan2 Ustaz Hasrizal di blognya mengenai pernikahan juga sangat realistik dan memandu matlamat sebuah perkahwinan.

Selain itu, bagi yang akan@sedang dalam proses membina Baitul Muslim, saya sangat recommendkan untuk mengikuti kuliah BM online setiap malam Selasa dan Rabu yang dikendalikan oleh ummuatifah. Banyak manfaat & ilmu2 yang diperolehi selain dapat menggantikan usrah mingguan, sekiranya usrah tidak dapat dijalankan minggu itu.
Ada juga sesi kuliah khas seminggu sebelum bernikah untuk pengisian khusus adab2 setelah pernikahan.
Terima kasih ummi kerana telah banyak membimbing & memberi tunjuk ajar kepada kami.

Hakikatnya banyak persiapan yang perlu dilakukan selain dari persiapan2 material (persalinan nikah, dais, door-gift, kad dsb). 

Alhamdulillah, untuk persiapan majlis, ibu bapa kamilah yang telah membantu merancang dan menyelesaikan segalanya. Dalam ayat mudah, saya tidak perlu ulang alik memburu barang-barang, merancang itu ini, menempah katerer, dais dan sebagainya. Saya cuma mencari material untuk persalinan nikah (baju, veil, tudung), hantar tempah dan selebihnya, semasa saya pulang ke Kelantan, semuanya sudah siap sedia :)
Memang berniat semuanya simple sahaja, yang penting syar'ie.
Lagi pula dalam situasi nikah semasa belajar, apatah lagi rumah jauh dari tempat belajar, saya bersetuju sahaja dengan pilihan ibubapa untuk majlis.
Apabila sudah punya anak yang bakal bernikah di masa hadapan nanti, InsyaAllah, saya akan melakukan perkara yang sama juga, memudahkan pernikahan mereka.

Komunikasi

Alhamdulillah, tunang saya sangat menjaga.
Orang tengah kami telah menjadi mediator terbaik, menghubungkan kami, membantu menyampai mesej2 tanpa perlu saya contact dengan dia direct, cuba menyelesaikan persoalan-persoalan dan meleraikan masalah saya terutamanya. Orang tengah kami juga begitu teliti memelihara, selalu dia pesan, jaga barakah sepanjang tempoh pertunangan ini.
Mungkin faktor segan dan jarak yang jauh (Malaysia-Cairo), memudahkan lagi untuk kami tidak terlalu berhubungan.
Saya lebih amat selesa begitu. Dan saya juga berterima kasih kepada tunang, kerana memilih untuk mengekalkannya sebegitu. Hati terjaga dari gangguan perasaan rindu-rinduan. Tempoh pertunangan merupakan fasa yang amat mendamaikan.

Allah hadiahkan perasaan tenang yang sangat besar ni’matnya. Saya yakin dengan akhlaknya, dan dalam masa yang sama, saya juga terdorong seboleh mungkin berusaha menjaga ikhtilat dan akhlak saya, bukan sahaja dengan dia, tapi orang disekeliling saya terutama yang berlainan jantina.

Saya ibaratkan tempoh pertunangan itu seperti puasa. Ada satu hadith menceritakan dua kenikmatan orang berpuasa, iaitu ketika dia berbuka dan ketika dia mendapat ganjaran dari Allah di syurga.
Jika sepanjang pertunangan, kita betul2 berusaha, bermujahadah untuk tidak berhubungan tanpa keperluan, maka InsyaAllah, ganjaran ketika 'berbuka' itu amatlah manis, apatah lagi ganjaran tersedia dari Allah di syurga.

______________________________________________________________________

Ada satu ayat ummuatifah yang sentiasa tersemat kemas dalam fikiran,
“Anak ummi Nadiah perlu bersyukur dengan takdir yang ditulis Allah, di antara raamai perempuan2 solehah di luar sana, Allah telah menggerakkan hati Abdul Rahman untuk memilih Nadiah”
T-T
Maktub; tertulis.
Ya, dialah cerita indah saya.
Takdir luar biasa, yang tak pernah saya sangka.

“Suami adalah anugerah Allah yang sangat besar”
Dan saya akan sentiasa ingat itu.
“Anak ummi, fokus dengan Allah”

Dan ayat ayah saya di hari pertunangan,
“Sekiranya kita tidak dapat membimbing satu sama lain ke syurga, bererti kita sudah gagal sebenarnya.”
keika mengulas surah Al-Mulk ayat 2.

Tetap, saya dan dia merupakan dua manusia yang tidak sempurna.
Namun saya percaya, kami berdua punya matlamat yg sama,
dan sedang sedaya upaya berusaha ke arah itu.

Baitul muslim.
Cinta, yang buminya taqwa dan langitnya redha Allah.
Matlamatnya, menjejak syurga, membawa bersama anak dan cucu.
Dengan izin Allah.



To be continued..
Chapter 3: Nikah
________________________________________________________________________

Monday, September 10, 2012

first page

Assalamualaikum.

For the moment, Alhamdulillah.
That is all I can say.
And again, Alhamdulillah,
Alhamdulillah,
thumma Alhamdulillah.




I believe nikah is the first page of the book.
It is the first paragraph of a long journey to be written ahead.
And I want to start & keep writing it, with the ink of barakah & Allah's blessing.

I extracted some tafseer from Fi Zilalil Qur'an regarding ayat related with marriage.

 



"Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam)
dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya,
agar dia berasa senang kepadanya.
Maka setelah dicampurinya, isterinya mengandung kandungan yang ringan,
dan teruslah dia merasa ringan beberapa waktu.
Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhan mereka,
"Jika Engkau memberi kami anak yang soleh, tentulah kami akan selalu bersyukur"

{Al-Aa'raf : 189}

Hakikat semulajadi pertemuan suami isteri ialah untuk mewujudkan ketenangan, ketenteraman, kasih mesra & kestabilan perasaan
agar suasana kerukunan & aman menyelubungi rumahtangga,
di mana lahir & suburnya zuriat keturunan selaku produksi insan yang amat berharga
dan di mana generasi baru dididik & diasuh untuk melayakkannya menerima warisan tamadun manusia
& untuk terus memberi sumbangan tambahan kepadanya.



 

"Dan diantara tanda2 kebesaranNya ialah Dia menciptakan pasangan2 untukmu dari jenismu sendiri,
agar kamu cenderung & berasa tenteram(sakinah) kepadanya,
dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih(mawaddah) & sayang(rahmah).
Sungguh, pada yang demikian benar2 terdapat tanda2 kebesaran Allah bagi mereka yang berfikir"

{Ar-Rum : 21}

Manusia lelaki & perempuan mmg tahu perasaan2 mereka terhadap satu sama lain.
Mereka tahu bahawa hubungan di antara dua jenis
inilah yang memenuhi keperluan saraf & perasaan mereka.
Mereka tahu bahawa langkah2 dan kegiatan hidup mereka juga didorong oleh berbagai-bagai bentuk perasaan dan kecenderungan yg wujud di antara lelaki & perempuan itu,
tetapi sedikit sekali mereka terkenang kepada tangan qudrat Allah yang telah menciptakan pasangan suami-isteri dari jenis kejadian mereka yang sama itu,
dan menjadikan hubungan suami isteri itu sebagai sumber ketenangan jiwa & saraf mereka,
kerehatan jasmani & hati mereka,
kemantapan hidup & kehidupan mereka, kemesraan rohani & hati mereka & ketenteraman kaum lelaki & perempuan keseluruhannya.



"Wahai manusia!
Bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam),
dan Allah menciptakan pasangannya (Hawa) dari dirinya,
dan lelaki & perempuan yang banyak.
Bertaqwalah kepada Allah yang dengan namaNya kamu saling meminta
dan peliharalah hubungan kekeluargaan.
Sesungguhnya Allah selalu menjaga & mengawasimu."

{An-Nisa' : 1}

Yakni hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah yang kamu selalu menyebut namaNya ketika mengadakan perjanjian & melaksanakan 'aqad di antara satu sama lain,
juga ketika kamu meminta satu sama lain supaya setia kepada janji & sumpah & hendaklah kamu bertaqwa kpd Allah dlm memelihara hubungan rahim, hubungan keluarga & hubungan mu'amalah2.


__________________________________________________________________
 

p/s : terima kasih Allah, menghadiahkan saya, dia :')
mungkin keindahan paling besar perkahwinan yang dapat dirasakan sekarang,
adalah kebersamaan beramal & beribadah.

p/s : final destination; jannah, InsyaAllah.. hand in hand

Friday, August 24, 2012

chapter 1 (it begin)

-this is a scheduled post, written on the early phase during my engagement period 

Bismillah.

Ditulis kisah ini;
buat kenangan manis, sebagaimana ia bermula dengan indah, mari berusaha agar ia dapat berakhir dengan indah juga, di syurga.
Pada turun naiknya iman, mari terus melazimi amal, ketika suatu masa kita pernah sujud penuh harap, tersendu menangis, berdoa dituliskan masa depan yang terbaik dari Dia.
Dalam saat getir ujian masa hadapan, mari kembali kepada titik mula semuanya, ketika kita memasakkan niat yang kukuh mahu mencari redha Allah bersama-sama.

Buat anak-anak(InsyaAllah), this is how i met your mother father.
:)





Chapter 1: The Proposal 

Prolog

Saya selalu percaya bahawa jodoh adalah;

The right person,
who come at the right time,
in the right way.

Hubungan kami bermula dgn senang.
Dipermudahkan oleh Allah, Alhamdulillah.


Garis mula

Nisfu syaa'ban, 1432H
9.00pm

*Truut truut (bunyi telefon)*

M : Hello, assalamualaikum.

N: Waalaikumussalam

M: Nadiah tengah buat apa?

N: Takde papa. Kenapa mama?

M : Mama nk bagitahu sesuatu.. ada akhawat tanya tentang Nadia.
Mm.. ada kawan mama, call mama.

N : Hmmm..? *dgn penuh cuak*

M: She was asking about you regarding his son.
InsyaAllah, mama tgk dia dalam tarbiyah dan sekufu.
Anak dia serahkan urusan jodoh ni dekat umi dia..
and i remember you telling me the same thing, some time ago right?

N : Right.
*pernah berbual-bual tentang isu jodoh dan telah berkata, "senang2, mamalah carikan". tak sangka, mama ingat ayat tu*

M : Jadi dia dah bersetuju, membuat pilihan dan mewakilkan umi dia untuk sampaikan.
Tapi, benda ni mungkin lambat lagi, umi dia pun kata tunggu dia habis belajar dulu.
InsyaAllah, mama harap Nadia boleh terima lah.
He's a good person.. dalam jamaah.
Soal perasaan tu, it can be develop later.

N : Nadia kenal ke dia siapa?

M : Kenal.
Mmm.. cuma, mama belum bagi apa2 jawapan lagi dekat umi dia.
I'm just afraid you have somebody else.. do you?

N : Takde.

M : Baguslah.. Nadia jaga diri, istiqamahkan semua yang baik.
Insya Allah, istikharah.. ok?
For the time being, you don't need to know who is he yet..
dan benda ni rahsia antara kita je sebab tak confirm lagi.
Please don't tell anybody yet..  are you ok with that?

N : Hmm.. ok. Takpe.

M : Ok.. istikharah and pray for His guidance.

N : Ok.

M : Assalamualaikum

N : Waalaikumussalam..

*Tik (bunyi telefon dimatikan)*

Diam.
Kelip mata.
Statik di tepi katil.
Agak blur.

Cuba menghadam realiti.
Betul kah panggilan telefon tadi betul2 terjadi?


Klu-klu

Kalau dibaca kembali perbualan di atas, sepertinya, mak saya sudah awal2 lagi berkenan dengan dia, dibuktikan dengan ayat "mama harap Nadia dapat terima" 
Dia adalah seorang yg saya kenali, anak kawan mama.
Dia belum habis belajar.
Dia panggil ibunya "umi" :)


Maka,

Perasaan saya?
Saat itu terasa, Allah betul2 sudah memakbulkan sebuah doa..
Saya pegang ungkapan, "mama tengok dia dalam tarbiyah(1) dan sekufu(2)"
Bagi saya, sempurna sudah, semua ciri yang saya impikan;
cuma yang dua itu.

Tidak mudah menemukan seorang lelaki yang memahami kepentingan tarbiyah, serta hidup di dalamnya;
apatah lagi sekufu,
seorang yang saya kenali,
dan dipersetujui mak ayah sejak awal-awal lagi.
Dari satu sudut, saya tidak perlu lagi berpeluh sejuk untuk mengutarakan hasrat mahu berkahwin sambil memberikan hujah-hujah kenapa saya sudah boleh berkahwin lalu mengenalkan calon kepada ibu bapa saya.

Allah telah mencampakkan perasaan begitu lapang dada untuk menerima walau siapa pun yg mak sy maksudkan sebenarnya waktu itu (mama belum bagitahu nama)
Saya percayakan persetujuan mama, kerana saya yakin pastilah dia cuma mahukan yang terbaik untuk anaknya. Sebelum ini juga sudah beberapa kali dia pesankan kalau nanti mahu bersuami, pastikan dia ada fikrah.

Hadirnya panggilan telefon itu, betul2 pada waktu yg tepat, buat saya.
Tidak terlalu awal semasa saya masih kurang memahami tuntutan da'wah,
tidak pula terlalu lewat sehingga saya sudah tawar hati untuk bersuamikan seorang yang hidup dalam tarbiyah.
Memang selalu mengimpikan, jika lelaki itu benar2 serius mahukan saya, dia akan segera menyampaikan hasratnya kepada ibubapa, tanpa menggantungkan hubungan kami lama-lama dalam keadaan tidak syar'ie.
Malah sebenarnya, masa muda2 dahulu pernah berimpian juga, mahu kahwin semasa belajar (pengaruh tgk senior2, terutama yang belajar luar negara lah ni =_=).

Seolah-olahnya Allah telah hantarkan bungkusan bernotakan 'wishes granted' betul2 di depan mata, perfectly timed.
Ketika itu saya dalam fasa sangat rapuh (baca: fragile) setelah membuat suatu keputusan yang agak besar.
Terasa seperti anak panah menusuk terus ke dalam hati overworried tentang jodoh selama ini,
"Masihkah kamu tidak yakin dengan perancanganKu?
Masihkan kamu ragu-ragu dengan janjiKu?
Masihkah kamu tidak mempercayai kekuasaanKu?"

*dush* T-T


Dia siapa?

Cuma..
em.. berteka teki jugalah.. dengan klu-klu yang ada,
siapa dia sebenarnya?

Mungkin mama sengaja tidak memberitahu nama pada awalnya kerana semuanya belum pasti,
atau untuk melihat dahulu penerimaan saya, wallahuallam.

Esoknya mama telefon lagi.

M : Nadia nak tahu ke dia siapa?

N : Nak. *mestilaah nak sangat tahu, huhu*

M : Anak makcik Salimah.

N : Abdul Rahman?

M : Mmm

Terhenti bernafas seketika.


Macam mimpi

Dia adalah seorang senior yg sangat saya segani & hormati sejak zaman sekolah lagi.
Saya mengagumi dia dalam banyak perkara.

Walaupun kami memang saling mengenali kerana sama sekolah,
namun kali terakhir kami bertemu mata adalah semasa zaman sekolah SMI Aman dahulu,
iaitu kira-kira 8 tahun yang lepas~
Dah lama.

Dan walaupun kami friend je kat FB sejak muda2 lagi,
tapi tak pernah bertanya khabar,
apatah lagi berbual-bual atau bertegur sapa.

Dengan perasaan masih terawang di awan 9 (cloud 9) tu, satu soalan berlegar dalam fikiran; bagaimana dia boleh tiba-tiba memilih saya untuk dijadikan isteri, peneman dia selama seumur hidup?

Kami dihubungkan dengan bantuan orang tengah yang telah memudahkan banyak urusan kami selepas itu.
Orang tengah tersebut juga lah yang telah menjadi kaunselor, posmen, moderator, serta 'ibu' dan 'guru' kami. Bahasa mudahnya, 'connecting people', tanpa memerlukan kami berhubungan secara direct.
Jasanya terlalu banyak, dan hanya Allah yang dapat membalasnya dengan ganjaran yang lebih baik.

Sefaham saya, cerita ringkas dia begini. Ketika itu, dia memang dalam usaha mencari calon dan telah menyampaikan hasratnya untuk bernikah kepada uminya.
Lalu uminya mengutarakan calon-calon yang dirasakan sesuai dan dengan takdir Allah, nama saya tertulis di antara mereka. Dia telah serba sedikit mendapat maklumat basic tentang saya melalui seseorang yang pada masa itu belum menjadi orang tengah kami lagi.
Maka kisah dari sudut pandang saya, hanya bermula dengan panggilan telefon mama ketika Nisfu Sya'ban itu.


Alhamdulillah, banyak urusan dimudahkan dan kami punya kesamaan yang menyenangkan. Rumah dekat, family kenal, course sama, jamaah yang sama, malah bertarikh lahir hijriyah yang sama iaitu 2 Ramadhan.


Penutup

Saya selalu percaya bahawa jodoh adalah;

The right person,
who come at the right time,
in the right way.

He is; all above.
With Allah's plan, he has all that i ever wish for a husband, and much more.

Minggu2 pun berlalu.
Sya'ban beransur pergi, Ramadhan pula membuka pintu,
terisi sarat dengan istikharah, hajat dan air mata.
Doa-doa tersulam beribu perasaan; bersyukur, gembira, terharu dan kerdil.
"Jika benar kami jodoh yang sudah tertulis di Luh Mahfuz,
maka permudahkanlah urusan kami,
jadikanlah kami saling cenderung & menyenangi antara satu sama lain."


Ramadhan kali itu mendidik diri merasa begitu kecil
berbanding rahmat Allah yang maha luas, tiada garis yang membatasinya.

Terasa betapa hidup kita, Allah yg susun setiap detiknya.
Terasa betapa hati kita, Allah yg pegang, sentiasa dalam genggaman Dia.
Allah lah yang menumbuhkan rasa kasih sayang dan menggerakkan hati siapa sahaja yang dia mahukan dengan mudah.

Hanya dalam tangan Allah lah, kuasa terhadap segala sesuatu.
Nothing is impossible, with Allah's will.

"Peliharalah Allah, nescaya Allah akan memeliharamu.
Peliharalah Allah, nescaya kamu mendapati Allah dihadapanmu.
Apabila kamu meminta, maka mintalah kepada Allah.
Dan apabila kamu memohon pertolongan, pohonlah ia dengan Allah.

Dan ketahuilah!
Seandainya mereka berkumpul untuk memberi kebaikan kepada kamu dengan sesuatu,
tidaklah dapat mereka memberikannya, kecuali dengan suatu yang telah dituliskan oleh Allah atas kamu.
Dan jika mereka berkumpul untuk membahayakan kamu dengan sesuatu,
nescaya tidak dapat mereka membahayakan kecuali dengan suatu yang telah dituliskan oleh Allah atas kamu.
Telah diangkat segala pena dan kering segala lembaran."


Hadith hasan sahih riwayat Tirmizi.

Dalam riwayat selain Tirmizi, ada disebut;

"Peliharalah Allah, nescaya kamu dapati Allah dihadapanmu.
Kenallah Allah pada masa lapang, nescaya Dia mengenal kamu pada masa susah.
Dan ketahuilah!
Sesungguhnya apa-apa yang ditakdirkan bukan untuk kamu, tidak akan datang kepada kamu.
Tetapi apa yang ditakdirkan untuk kamu, tidak akan tersalah ditakdirkan kepada kamu.
Dan ketahuilah!
Sesungguhnya kemenangan itu bersama kesabaran.
Dan sesungguhnya kelapangan itu bersama kesusahan.
Dan sesungguhnya beserta susah itu, ada kesenangan.
"


[Hadith 19 dari 40 - Imam Nawawi]


Alhamdulillah.. untuk semua yg sudah tertulis :')

___________________________________________________________________

p/s :
Terima kasih Allah,
menghantarkan saya, dia.
Terima kasih Allah,
untuk ni'mat meni'mati cinta setelah bernikah.
Sempurna :')


Dearest husband (a.k.a the best thing that ever happen to me),
perhaps, little that you know, that you've turned my life, 180 degree.
InsyaAllah, i'm looking forward to share the future with you,
and serve the best I can, as your wife :)







_________________________________________________________________

Tidak mungkin keluarga bahagia & diredhai Allah, dapat dibina di atas timbunan sampah sarap kemaksiatan.

To be continued..
Chapter 2 : The Engagement

Saturday, August 18, 2012

reflection - of mixed feelings

Post-call

Tengahari+petang tadi hantar kawan2 pulang.
Saya pulang ke Kota Bharu pada pagi raya.
Tiket hari sebelum itu, habis atau kalau ada pun, terlalu mahal, tak berbaloi rasanya nak beli.
Pilih penerbangan paling awal supaya sekurang-kurangnya bila sampai, sempat lagi solat sunat hari raya.
Dah hampir 4 bulan tak pulang ke rumah. Dah sangat rindukan mereka2.

Kalau tengok kawan2 balik tiap2 minggu, sempat berbuka, berterawih bersama keluarga, mampu kelip2 mata je.
Sambil memujuk diri & berkata, "Hey, saya ada akhawat, teman-teman syurga".
Mungkin jelajah masjid kami, i'tikaf di sana sini, iftar di rumah murabbiah2,
mampu mengubat rindu kepada 'usrah' di Kelantan.
Bila sampai hujung minggu dan dapat melarikan diri sekejap ke masjid-masjid,
baru terasa hati basah kembali setelah begitu kering, terkapai-kapai,
di sebalik penat dan lelah ward round-clerking-klinik-teaching-procedure-oncall setiap hari.
7.30 pagi hingga 5.30 setiap hari memang agak meletihkan untuk seorang yg bernama Nadiah. Koff2.
Terasa macam saat2 qiyam dan sujud kepada Allah ada background lagu,
"kamilah para pencarimu ya Allah~"
Sebak di hadapan Allah. Manusia yang konon 'sibuk' tapi penuh dosa dan noda ini, baru sempat merangkak-rangkak mencari masa berduaan dengan Allah di hujung minggu... T-T

Ramadhan tahun ini adalah kasar dan berbatu-batu (rough & rocky) buat saya.
Performance diri yang tak begitu memuaskan hati.
Waktu malam selalunya, sudah hilang semua tenaga. Selepas terawih biasanya akan terus pengsan atas katil.
Bukan sekadar tak dapat melakukan rutin bed-time reading buku tarbawi macam dulu, bahkan buku medic pun tak tersentuh.
Diuji dengan masa,
diuji dengan keletihan fizikal,
diuji dengan kehilangan (Iphone, manusia2 yg dahulu sangat rapat dgn diri).

Hari ni hari terakhir Ramadhan 1433H.
Tahun depan, mungkin tak dapat beRamadhan dengan erti kata sebenar lagi apabila sudah menjadi HO.

Moga amal2 sedikit saya diterima Allah,
dan masih diberi peluang dipertemukan dengan Ramadhan akan datang.


______________________________________________________________________

Mungkin ini juga post terakhir sebelum bergelar isteri.

Isteri.
Bunyi macam dewasa.

Alhamdulillah, hampir setahun bertunang ini, mungkin adalah tempoh paling gembira dalam hidup saya.
Sukar saya gambarkan perasaan tenang sepanjang tempoh ini.
Perasaan bila memulakan suatu perkara yang amat besar dalam hidup dengan sebaik cara dan menjaga batas-batasnya.
Perasaan bila Allah memudahkannya dari banyak sudut, bila Allah menakdirkan setiapnya pada saat yang tepat, kadar yang tidak akan lebih atau kurang.
Cincin emas putih tersarung di jari manis kiri, membawa nafas dan kekuatan luar biasa bersamanya.
Rasa hidup.

Iftar hari itu, dipegang tangan lama2 oleh murabbiah,
"Nadiah,
selepas ini, dalam hidup,
yang pertama Allah,
kedua Rasulullah,
dan selepas itu, suami,
bukan lagi ibubapa.
Jadilah isteri yang baik, yang solehah,
yang pandai menjaga hati ibu mertua,
yang pastinya sangat mencintai suami kamu"

Senyum dan kelip2 mata.
Walaupun itu cuma defense mechanism untuk tidak menumpahkan air mata.

Bila makcik naqibah peluk dan bisikkan "moga Allah permudahkan segalanya".
Bila kawan2 seusrah peluk dan mendoakan yang sama.
Sebaknya lain macam.
Itu belum lagi dipeluk dipesan oleh ibu bapa / ibu bapa mertua / ibu ayah saudara.

Macam tak percaya, akan bernikah beberapa hari lagi.
Apatah lagi bernikah dengan orang yang sangat saya segani & hormati sejak kecik2.

Harapan jangka pendeknya, proses adaptasi berjalan lancar, serta kami dapat berkerjasama sebagai suami & isteri dengan baik.
Saya juga berharap saya tabah menghadapi final year yang super penat dalam keadaan suami nanti berada jauh dari pandangan mata.

Untuk hari2 indah di hadapan, Alhamdulillah.
Untuk hari2 penuh ujian nantinya, ya Allah, kuatkanlah.
Months,
to weeks,
to days,
to hours,
to minutes,
to seconds.

A few steps left.
A few big courageous steps.
 
Placing gently, the heart, to Allah's hand.
Presenting humbly, efforts and ikhtiar, with all the flaws.
Gripping firmly to faith and hope.

Dear Allah, I pray for strength and steadfast.
I pray for wisdom and qana'ah.
I pray that i can always see dunya with the view of akhirat.

Eid Mubarak :)


____________________________________________________________________

Coming soon,

Akad Nikah
{Abdul Rahman Nik Mazian + Nadiah Ahmad Sabri}
23 Ogos 2012 @ 5 Syawal 1433H

May Allah ease.

Tuesday, August 7, 2012

Insya Allah, kheir


"Kerana tiap orang beriman tetaplah rembulan,
memiliki sisi kelam,
yang tak pernah ingin ditampakkannya pada siapapun,
maka cukuplah bagiku,
memandang sang bulan,
pada sisi cantik yang menghadap bumi.

Tentu, tanpa kehilangan semangat,
untuk selalu berbagi dan sesekali merasai,
gelapnya sesal & hangatnya nasihat,
sebagaimana sang rembulan,
yang kadang harus menggerhanai matahari."


-Salim A Fillah


___________________________________________________________________

"Tak mungkin kita dapat menggembirakan hati semua orang,
yang penting pastikan kita sedang berusaha melakukan yang Allah redha"

-Mama

:')



"Insya Allah, kheir"

Sunday, July 29, 2012

petik tafsir

Bismillah

"Adapun orang2 yg melampaui batas
dan mengutamakan kehidupan dunia,
maka, Neraka yg menyala itulah tempat kediamannya.

Dan adapun orang yg takut kpd kebesaran Tuhannya
dan mencegah dirinya dari hawa nafsu,
maka, Syurga itulah tempat kediamannya."

{An-Naazi'aat : 37-41}


Memetik tafsiran Syed Qutb dalam Fi Zilalil Qur'an mengenai ayat ini;

Manusia itu menjadi manusia dengan sebab kesanggupannya mencegah hawa nafsu,
dengan sebab jihadnya dan dengan sebab peningkatan jiwanya.

Kebebasan insaniyah yg melayakkan seseorang menerima penghormatan dari Allah
ialah kebebasan mengalahkan hawa nafsu
& kebebasan dari belenggu-belenggu hawa nafsu
dan kebolehan mengendalikannya dengan saksama
serta mengukuhkan kebiasaan membuat pilihan & penilaian ala manusia.

Kebebasan haiwaniyah ialah kekalahan di hadapan hawa nafsu
& perhambaan seseorang kepada dorongan nafsunya,
dan keterlucutan tali pacu dari kawalan kehendak & kemahuannya.
Kebebasan haiwaniyah adalah kebebasan yg diperjuangkan oleh makhluk yg tewas kemanusiaannya
atau manusia hamba yang memakai baju merdeka yg indah.

Manusia yg dapat mengawal nafsunya berjaya meningkatkan diri & menyiapkannya utk memasuki kehidupan yg luhur di dlm Syurga.
Sementara manusia yg tidak dapat mengawal nafsunya itulah manusia yg jatuh & bersedia utk kehidupan yg rendah dlm Neraka & menjadi kayu bakarnya bersama batu-batu.


__________________________________________________________________

Sahabat,
mari menjadi manusia,
yang mahu kembali ke syurga sebagai manusia,
bukan akhirnya cuma menjadi bahan bakar pemarak api neraka,
bersama kayu-kayu & batu-batu.

Dengan garis-garis yang dilukis Allah buat kita
kita selalu ada pilihan,
untuk menjadi pelampau, melangkaui batas-batas garis,
atau untuk menjadi manusia yg berhati-hati kerana takutkan Allah.

Sahabat,
Ramadhan ini, lihatlah dengan mata hati,
lihatlah pintu-pintu syurga sedang terbuka luas,
menyebarkan harumnya, memercikkan indahnya ke bumi buat kita,
harum, cantik, sempurna,
menanti kita
:')

"Apabila tiba bulan Ramadhan,
terbukalah pintu-pintu syurga,
dan terkuncilah segala pintu neraka,
manakala sekelian syaitan dirantai
dan dibuka segala pintu rahmat" 
{Bukhari & Muslim}

Ramadhan ini, kita benar2 cuma berhadapan face-to-face dgn nafsu sendiri.
Memahami, warna-warna sebenar nafsu sendiri.
Memandunya, melatihnya, memenatkannya demi redha Allah, untuk syurga.

"Pada hari mereka melihat Qiamat,
maka terasalah oleh mereka seolah-olah mereka tidak tinggal di dunia,
melainkan hanya sepetang atau sepaginya sahaja"

{An-Naazi'at : 46}
Inilah kisah kehidupan dunia yang pendek dan kerdil. Adakah kerana kehidupan sepetang & sepagi itu, mereka sanggup mengorbankan kehidupan akhirat yang kekal? Adakah kerana kepuasan hawa nafsu yg fana, mereka sanggup meninggalkan kediaman Syurga yg kekal di akhirat?


p/s : suka pembukaan ayat tafsir tersebut, "manusia itu menjadi manusia.."
p/s : salam 10 Ramadhan. oh, cepatnya masa!

Productive Ramadhan?
1) Recite Qur'an (read the meaning + tafseer too, lagi mudah feel + faham)
2) Du'a before sleep (increase reading that can increase your iman too)
3) Zikr after solah
4) Rawatib (before + after) prayers (esp the 5 sunat mu'akad)
5) Duha prayer (curi masa sekejap je lepas habis ward round tu, InsyaAllah boleh)
6) Qiyamullail (sebelum sahur)
7) Maathurat
Sadaqah, Ziarah, Taubah and the list goes on...

p/s laast: Alhamdulillah, had a wonderful weekend :) walaupun posting Teluk Intan, still dpt peluang usrah + iftar with special peoples (balik KL hujung minggu). anyway, Teluk Intan serve me well. tinggal lagi seminggu.

Saturday, July 21, 2012

teaser

Bismillahirrahmanirrahim..

Alhamdulillah,
diberi nafas untuk tiba ke bulan yang dirindu-rindu,
Ramadhan penuh ni'mat, rahmat dan rahsia Allah.

30 hari mencari cinta <3,
30 hari membina taqwa.

(Al-Baqarah: 183)


Bulan memohon maghfirahNya, disucikan dari dosa-dosa lalu.
Dari 'Aisyah r.a. katanya:
Saya pernah bertanya dengan berkata:
"Ya Rasulullah, Bagaimana kiranya saya mengetahui akan malam Lailatulqadar itu dengan tepat,
apa yang perlu saya doakan pada saat itu?"
Baginda menjawab: Berdoalah dengan doa yang berikut:


"Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pengampun, maha mulia, Engkau cintakan ampunan, oleh itu ampunkanlah diri ini"

(Hadith Sahih - Riwayat Tirmizi)

Juga, bulan last-chance preparation,
buat saya.


Gambar bertunang; tarikh 2 September 2011 @ 4 Syawal 1432H




Kurang lebih sebulan,
masa persiapan berbaki,
mengumpul bekal semampu mungkin,
untuk menaiki anak tangga seterusnya,
Baitul Muslim.

Moga diteguhkan Allah,
untuk terus dan terus berjalan,
dalam hamparan taqwa,
di bawah teduhan redhaNya,
thabat, walau apa jua ujian mendatang.




______________________________________________________________________

p/s: Hari ini, 2 Ramadhan, genap usia saya 24 tahun, mengikut kalendar hijriyah (dan dia, genap 25 tahun. sama tarikh lahir hijriyah)
p/s: InsyaAllah, akan bernikah pada 23 Ogos 2012 @ 5 Syawal 1433H. Walimahnya pula akan diadakan bersama, setelah kami tamat pengajian.

Mohon do'a-do'a dan dukungan semua,
moga dengan rahmat dan izinNya,
kelak kami dapat kemas berpimpinan tangan,
bersama saling menguatkan,
menjejak tempat asalnya cinta; syurga. 

Meyakini Allah sudah pun menuliskan yang terbaik.



p/s: out off topic = saya sangat tersentuh dengan terjemahan surah Al-Hadid ayat 12-16 ini.

Friday, July 13, 2012

self reminder

Berpijak di bumi nyata.

Bismillah.



Mari mengingati bahawa Allah memandang susuk tubuh setiap kita berdasarkan pemarkahan taqwa (Al-Hujurat: 13).
Bukan cantik rupa, nama, jawatan atau koleksi harta-harta berjenama.

Sederhanalah.
Tidak merasa hina bila tidak dipandang usaha-usaha kita,
tidak pula merasa tinggi dengan pengiktirafan manusia.

Sebab hakikatnya, bila berhadapan Allah sendiri2 di padang mahsyar nanti,
kita cuma tangan kosong.
Supporters dan pemberi keyakinan kita cuma amal-amal.
Dan kita sedang cuba membayar harga tiket ke syurga (9: 111)
dengan duit-duit, dengan masa, dengan tenaga yang tertumpah kerana dan hanya kerana Dia.

Takkan pernah terlangkah kita ke syurga tanpa cinta Dia,
rahmat dan kasih sayang Dia,
redha dia,
yang kita buru & kumpul selama-lama ini di dunia.

Lalu jika hati & jiwa kosong di dunia,
mata terkabur dari melihat tujuan jelas penghidupan (2: 30 & 51: 56),
tidak mengusahakan apa-apa pun pada jalan Allah,
terlalu banyak masa dan ruang melakukan perkara yang tidak sedikitpun mendekatkan diri kita dengan Allah, maka tika dan saat genting itu,
siapa kita di hadapan Allah?
Siapa?

Saat itu, bila kita mengharap menjadi tanah sahaja supaya tidak perlu dihisab (An-Naba': 40)
T-T




_____________________________________________________________________
p/s : saya rasa, motivasi hidup yang paling menghidupkan, adalah
mati.
akhirat.
syurga.
dengan itu hilang semua lelah & hidup lebih fokus.
Dari buka mata hingga tutup semula, mari mengusahakan semuanya supaya Allah redha.

Mari, melihat dunia dengan kaca mata akhirat!

p/s : sepanjang BTN banyak dapat ilmu dan belajar tentang negara. penyampaian yang tak dapat saya hadam/terima juga ada. sepanjang kem PPD pula banyak belajar tentang diri sendiri dan manusia2. sangat terinspirasi dengan perjalanan cerita Mr. A untuk habiskan degree & master. bukti walaupun kahwin, ada anak ramai, isteri doktor, boleh je pun mencapai target & matlamat, kalau betul2 berdisiplin & bersungguh-sungguh.

p/s : jemputan walimah melimpah ruah untuk Syawal ni. hati berbunga-bunga melihat begitu banyak Bayt Muslim yang akan dibina. tumpang bahagia & terharu~ :')
tapikan, emm.. kenapa ramai sangat orang nak kahwen 5 Syawal =_= (5 jemputan sudah, untuk hari itu sahajaa)

p/s : Alhamdulillah, selepas 2 tahun beRamadhan masa posting yang sangat meletihkan (3rd year OnG, 4th year ENT), tahun ni dapat peluang untuk memanfaatkan Ramadhan dengan lebih baik & produktif, InsyaAllah. (5th year Surgery :)) chance should not be wasted and taken for granted!

p/s : sudah bermula minggu pertama tahun akhir MD UKM.
{rotation: Surgery - Paediatric - ObsGynae - Family Medicine & Emergency Medicine - Int Medicine}
perlu sangat matang mengurus masa dan emosi terutamanya.
selamat menjadi optimis buat saya!
go, go, go~

Thursday, June 28, 2012

tweet

Mama dah pandai tweet sekarang ni, using my lil sis twitter account.
Ahax.
Comel ^-^

Sarah dan Hannah tu adik saya.
Mama pula sedang meneman papa pegi conference sambil singgah negara-negara berdekatan, berdua sahaja~

Hari tu ada berbual-bual,
N : Mama rasa Nadia patut jadi specialist apa?
Mama : Hari tu kata nak jadi paediatrician.
N : Memang pun.
Tapi takut busy.
Em.
*diam 3 saat*
Nanti sape nak jaga anak?
Mama : *diam sejenak juga*
Well, you're lucky you still have a strong mother :)
N : *sengih*
(dalam hati, :') terharu)

Selalu juga berkira-kira nanti, mungkin akan jadi lecturer / pathologist / specialty yang tak busy sangat @ yang ada fixed office hour.
Kind of worried who will be taking care of the children, family, house.
Furthermore, I do enjoy cooking (walaupun tak pandai, minat tu penting >_<) and spending time with kids.
I want to be there, mentoring my kids memorising the Qur'an, at least.
But I don't want to get bored being at home without working @ optimizing my brain either.
Hmm.. itulah, tapi kawen pun belum lagi kan. Hehe.
Takpe, nanti fikir balik lepas2 ni.
Yang penting, obtain MD dahulu. Zzzz!

Masa wacana wanita & syari'ah hari tu, Prof Har ada sebut ayat
"Sorry to say, but I think there are some of you are better, not working" (merujuk kepada perempuan)
Ada lagi,
"Setiap pasangan tu ada formula yang berbeza-beza, my formula may not work on you. Figure that formula out."

Banyak lagi isi2 best sepanjang wacana. Tapi sedang tak berapa rajin hendak menulis. Maka, bersama ini saya kongsikan status FB Kak Mas yang berbunyi;

Ibrah dari Wacana Wanita dan Syariah, 240612
“Peranan wanita & lelaki dalam pembentukan sebuah institusi kekeluargaan”

Ramai orang mengatakan bahawa perkahwinan ideal itu adalah bilamana mendapat suami/isteri yg setiap hari bersikap romatik pada pasangannya, tiadanya perasaan2 lain melainkan hnya perasaan cinta semata-mata, memiliki anak-anak yg baik, rumahtangga yg tak pernah ada salah faham.

Namun, lupakah kita bahawa pekahwinan para Nabi dan insan2 soleh juga pernah diuji Allah? Sebagaimana kisah Nabi Nuh disaat isteri dan anaknya tidak mahu beriman, kisah sedih seorang ayah (Nabi Yaakob) kehilangan seorang anak yg disayangi dek sifat cemburu anak2nya terhadap Nabi Yusuf, kisah Nabi Ayub yg menderitai penyakit kulit bahkan ditinggalkan isteri serta anak-anaknya yg meninggal satu persatu, kisah Asiah, seorang wanita beriman yang terpaksa mengahwini Firaun yg zalim lagi kejam, kisah Nabi Ibrahim yg harus meninggalkan Siti Hajar di padang pasir yg tiada seorang pun manusia ketika itu,kisah cemburu para2 isteri Rasulullah.

Ketahuilah, bahawa salah satu cabaran perkahwinan itu adalah apabila kita diuji. Bilamana Allah menghendaki sesuatu kebaikan kpd seseorang, mereka akan diuji. Lantas apa2 pun yg berlaku, kembalilah kepada Allah dan letakkan DIA ditempat yg paling tinggi. Lengkapkan diri dgn ilmu,jalankan peranan & tanggungjawab masing-masing. Yakinlah bahawa setiap ujian Allah itu pasti ada hikmah yg tersembunyi disebaliknya, InsyaAllah


Semoga bermanfaat.
Illalliqa' ma'assalamah~
:)

Monday, June 25, 2012

paradise

Hari ni tercatat sejarah di Ardul Kinanah.
Allahuakbar wallillahilhamd!

Jutaan dan jutaan, tahmid dan takbir meraikan.
Betapa anak tangga itu didaki dengan penuh kesabaran dan kegigihan.
Betapa kita terlalu amat rugi jika masih berpangku tangan.

Selangkah lebih hampir dengan pembebasan Al-Aqsa.
Setapak kecil lagi, En Route Ustaziyatul Alam.

"Wahai orang-orang yang beriman!
Mahukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan
yang boleh menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? 
Iaitu, kamu beriman kepada Allah dan RasulNya,
serta kamu berjuang membela dan menegakkan agama Allah dengan harta benda dan diri kamu;
yang demikian itulah yang lebih baik bagi kamu, jika kamu mengetahui. 
Nescaya Allah akan mengampunkan dosa-dosa
dan memasukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
ke tempat-tempat tinggal yang baik dalam Syurga Adn.
Itulah kemenangan yang agung.  
Dan ada lagi karunia lain yang kamu sukai, iaitu pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (hampir).
Sampaikanlah berita yang gembira kepada orang-orang mu'min."
 
[As-Saff: 10-13]

Yang pasti, derap-derap langkah perlu terus diperkukuhkan,
bukan berhenti dan mengharap, semuanya akan menjadi baik tiba-tiba.
Memaknakan Islam yang sebenar ke dalam kehidupan melalui tarbiyah
adalah suatu proses yang panjang dan teliti.

Kemenangan Dr Morsi merupakan Gendang Perjuangan, bukan Loceng Rehat.

____________________________________________________________________


{Paradise - Maher Zain}

I remember when I first met you
I felt that God answered my call
There was that one place I always thought about
And I just wanted to be there with you

The place that no eye has ever seen
The place that no heart has ever perceived
I had a great feeling inside of me
That one day I’ll be there with you

And now that we’re here feeling so good
About all the things that we went through
Knowing that God is pleased with us too
It’s not a dream, this is so true 
Feeling the peace all around
Seeing things we could never imagine
Hearing the sound of rivers flow
And we know we’ll be here forever
The feeling is indescribable
Knowing that this is our reward

Do you remember the hard times we went through?
And those days we used to argue
But there was not one thing that could bring us down
‘Cause we always had in our minds

The place that no eye has ever seen
The place that no heart has ever perceived
The place we’ve been promised to live in forever
And best of all, it’s just me and you

I remember us praying at night
And just dreaming about this together
I’m so blessed to have you in my life
And now we can enjoy these blessings forever

Paradise is where we are now
Paradise, a dream come true
Paradise, O what a feeling!
Paradise, thank You Allah!

Bila terasa begitu penat dan sudah habis semua tenaga,
akan pasang lagu ini.
dan dengan penuh rendah hati menggantung impian tinggi,
dapat berpeluang merasa betapa manisnya dan begitu indahnya,
berada di syurga :')
suatu hari nanti.

Dalam 9 hari ini sudah;
Syahadatul Haq, Ziarah bekas Murabbiah, Daurah Modul, Daurah Fiqh Puasa, Rehlah Garden of Ukhuwah, Liqo' Nuqaba', Wacana Wanita, Usrah dan Usrah dan Usrah, Meeting.

____________________________________________________________________

Senyum minggu ini.

Prof H : Nadiah, ___________ kirim salam. Maaf, dah lama. Lepas balik hari tu tak sempat jumpa, sebab korang cuti..
Nadiah : *>_< terkebil* Owh.. emm..
Prof H : Bila ___________?
Nadiah : Eh, prof tahu ke? *segann.. huhu*
Prof H : Tahu lah.. diorang duk ngusik. _____________.
Nadiah :  Em.. _____________, tapi ______________, InsyaAllah :)

Ok, daaah, habis cerita.
Sambung lain kali pula.

_____________________________________________________________________

p/s :
SSM ter'anak tiri'kan. Huhu.
Need to be done ASAP; reflective writings, SG presentations, forensics, plannings.
Herk!
p/s :
2 minggu lagi sebelum betul-betul mula tahun 5.
3 minggu+ lagi sebelum Ramadhan yang amat dirindui.
kurang 2 bulan sebelum Syawal yang dinanti.
Mengira dan menghitung hari.



Tidak cukup sekadar berimpian, berencana & mengolah kata.
Yang jauuuh lagi penting pastinya, amal, amalAMAL!

Tuesday, June 12, 2012

hidayah

Bismillah.

Emm.. mungkin tema untuk saya minggu yang lalu, adalah hidayah.

Dari penyampaian K.Zatel semasa SAMPEL tentang hidayah,
ke aktiviti 'Santuni Mereka' menziarahi rumah mu'allaf, Makcik Hidayah,
ke program 'A Moment To Remember' menampilkan Oki Setiana Dewi & Wardina Safiyyah.

Cerita tentang hidayah memang selalu menyentuh hati.
Pada setiap satunya, saya tidak mampu menahan sebak dan air mata.
Menghargai betapa Allah telah meletakkan saya pada tempat saya yang hari ini dengan rahmat dan kasih sayangnya.
Jadi terfikir, kalaulah saya masih tidak berani melangkah keluar dari jahiliyyah itu satu hari dahulu, saya tidak tahu bagaimana keadaan saya hari ini T-T
Jadi takut, bagaimana jika Allah memilih untuk menapis saya dari terus berada dalam jalan yang amat bahagia ini kerana kefuturan saya sendiri suatu hari nanti.
Betapa Allah mampu memuliakan sesiapa sahaja dengan Islam
dan Dia mampu juga menghinakan sesiapa sahaja yang tidak memilih untuk hidup dengan Islam.

Benarlah, hidayah akan jauh lebih dihargai bila ia diperoleh dengan susah payah.
Seperti cerita Makcik Hidayah & Oki Setiana Dewi, ujian yang datang selepas turning point itu, besar sekali.

[1] Hatinya tersentuh tatkala membaca terjemahan Al-Qur'an dari surah ke surah. Hubungan dengan suaminya mula retak semasa dia mengambil keputusan menutup aurat dan mahu bersolat. Suaminya tidak sukakan perubahan tersebut lalu mengahwini isteri baru, semasa dia sedang bertarung melahirkan anak bongsu. "Salahkan makcik mahu menjadi orang yang taat kepada Allah?" Kini dia sendirian membesarkan 5 orang anak. Harapannya besar sekali mahu mereka memahami dan mempelajari Islam yang sebenar.

[2] Oki menerima panggilan telefon untuk watak lakonan yang memerlukan dia menanggalkan hijab, 2 hari selepas dia membuat keputusan untuk bertudung, yang mana di saat itu dia sebenarnya sangat sangat memerlukan duit untuk biaya ibunya yang sakit. Penolakan Oki untuk watak itu dibalas dengan komen menghiris hati dari penerbit filem. Pada Allah, dia membawa diri, mengadu & berdo'a agar Allah menguatkan dia untuk menjadi muslimah yang solehah.

Keyakinan bahawa akan ada syurga yang menanti atas setiap mujahadah itu
pasti akan membuat kita merasakan semua susah-payah itu manis.
Setiap ujian adalah tanda kasih, melunakkan hati, menjaga dari terlalai dan alpa mengingatiNya.

Belek Al-Qur'an, bertemu dengan ayat-ayat disampaikan Allah dengan penuh halim(lembut), meyakinkan hati yang gelisah.

Orang-orang yang mengingati Allah sambil berdiri, duduk atau berbaring,
dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata)

"Ya Tuhan kami,
tidaklah Engkau ciptakan semua ini sia-sia;
Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka :'(

Ya Tuhan kami,
sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka,
maka sungguh Engkau telah menghinakannya
dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yang zalim.

Ya Tuhan kami,
sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman,
'Berimanlah kalian kepada Tuhanmu',
lalu kami beriman.

Ya Tuhan kami,
ampunilah segala dosa2 kami dan hapuskanlah kesalahan2 kami,
dan matikanlah kami beserta orang2 yang mulia.

Ya Tuhan kami,
berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul2 Mu.
Dan janganlah dihinakan kami pada hari kiamat.
Sungguh Engkau tidak pernah memungkiri janji."

Maka, Tuhan mereka memperkenan permohonannya,
:')



"Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal antara kamu,
baik laki-laki mahupun perempuan,
sebagian kamu adalah dari sebagian yang lain.
Maka orang yang berhijrah,
yang diusir dari kampung halamannya,
yang disakiti pada jalan Allah,
yang berperang dan terbunuh,
pasti akan Aku hapuskan kesalahan mereka,
dan pasti Aku masukkan mereka kedalam syurga-syurga,
yang mengalir dibawahnya sungai2,
sebagai pahala dari Allah, dan di sisi Allah ada sebaik-baik pahala"

{Ali-Imran : 191-195}


T-T

Turning point hidup kita berbeza-beza.
Yang pasti, masa lalu yang terpalit warna-warna dosa itu takkan pernah datang kembali,
jika kita memilih untuk meletakkan noktah yang jelas dan kukuh.

Islam itu, fitrahnya memuliakan.
Jangan hanya kerana belum kuat dan berani, meraih dan memaknakan hidayah yang mengetuk hati,
kita terhina di hadapan Allah, bahkan di mata manusia bila terbukanya aib-aib kita suatu hari nanti.
Na'uzubillah.

Kekuatan & keberanian perlu dibina.

Selamat berusaha mencari, memegang dan menjaga hidayah sekemas mungkin!

Thursday, June 7, 2012

rasa

Bismillah.

"Wahai orang-orang yang beriman!
Barangsiapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya,
maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum;
[1] Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya,
[2] dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang beriman,
[3] tetapi bersikap tegas terhadap orang-orang kafir,
[4] yang berjihad di jalan Allah,
[5] dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.
Itulah karunia Allah yang diberikanNya kepada siapa yang Dia kehendaki.
Dan Allah Mahaluas (pemberianNya), Maha Mengetahui."

[Al-Maidah : 54]


Selama sejam setengah, makcik mas'ulah comel cuma mengupas ayat ini sahaja.
Kupasan yang disulamkan tawa dan air mata.
Sungguh, saya yang melihat mata makcik, sudah dapat merasa betapa besarnya kasih sayang yang makcik punya.
Cemburu sebenarnya, dengan manusia-manusia yang mampu menawan hati mad'unya hanya dengan cerita yang datang tulus ikhlas dari hati.
Betapa, jika dapat saya kongsikan cinta-cinta, se-effort-less makcik itu.

p/s : maaf kebelakangan ni asyik tulis random. takde pembukaan, takde penutup. tiba2.
p/s : sempena tahun paling banyak orang sekeliling kahwin, nah lecture best!

Saturday, June 2, 2012

+ve


"Dalam dekapan ukhuwah, mari sembuhkan luka-luka kita. Apalagi jika kita merasa terluka oleh orang-orang soleh dan para insan beriman. Waspadalah, kerana luka itu bisa memicu kebencian kita pada iman dan kesolehan. Seperti yang terjadi pada Abdullah ibn Ubay & orang2 munafik" 
"Dalam dekapan ukhuwah, jadilah orang yang mau berubah, mampu menerima kegagalan, bersedia membahas persoalan, bisa belajar dari orang lain, dan siap melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah. 
Dalam dekapan ukhuwah, hindarkan diri dari kepengecutan dan mengeluhlah hanya pada yang mampu memberikan penyelesaian. Katakan saja, "Ya Allah, aku punya masalah besar." Dan sebagai variasi yang manis, terkadang ucapkan juga, "Hai masalah, aku punya Allah Yang Mahabesar!"

T-T

Hence my tweet the other day;
"It is important to explain and be sensitive to other people feeling, especially to those people who love you.
Lesson learned."

Lesson learned, the hard way.
Please know, it hurts me more when people are hurted because of me.
Maaf di atas ketidak sensitifan terhadap kalian2 yang terluka.

Semoga Allah memelihara hati kita semua.

p/s : explaination is very very very important. as important as listening.
p/s : mama kata, "Cuba bagi bunga"

_______________________________________________________________________

Sekian post serius.
Tulisan di bawah mungkin sebenarnya adalah percubaan menceriakan diri sendiri.
Koff2.

Hmm.. sejak kebelakangan ni, agak jarang punya waktu lapang pada hujung minggu.
Masa hujung minggu selalu banyak dihabiskan untuk ke program-program.
Maka, saya amat menghargai masa hujung minggu yang cuma diluangkan untuk recharge diri sendiri; boleh mengemas & menguruskan bilik, laundry, serta membaca buku2 dengan tenang hati walaupun cuma sehari; tanpa kelas, perjumpaan, henfon berbunyi dan lain2.

Biasanya, tahap keserabutan bilik saya adalah bersamaan dengan tahap keserabutan pemikiran atau kesibukan saya pada masa tersebut.
Maka mengemas + membersihkan bilik sebenarnya adalah salah satu terapi mengurangkan peningkatan keserabutan.
Sebab tahap kekemasan bilik juga adalah bersamaan dengan tahap ke-organisasian pemikiran pada masa tersebut (walaupun cuma akan bertahan beberapa hari sahaja).

*Tiba2 datang suara, "Kalau tak rajin kemas, tak bleh kawen tahuu!"*
Erk.


Suka kedudukan katil tepi tingkap supaya senang nak tengok langit. Bila malam2, boleh nampak bulan; pagi2, nampak warna langit berubah; tengahari nampak langit biru terang dan awan comel kepul2. Melihat cahaya matahari pagi yang suam, melimpah ke dalam bilik melalui tingkap dan jatuh atas katil juga boleh menghilangkan rasa gundah dan menjadikan hati tenang ^-^


Almari kecil tepi katil. Ayat surah At-Talaq:2-3 dalam frame tu terpaksa diterbalikkan sebab tak muat nak frame kan tegak. Huhu. Yang kembang2 pink dan purple tu adalah bunga tisu yang Fizah kata, "boleh tak saya nak lap tangan guna tuu?" -_-"

Em, kawan2 baik.



"Sometimes, success is just a matter of hanging on"

_______________________________________________________________________

Saya tutup post saya dengan pesanan buat diri;
be optimist.
Mungkin setiap masa boleh mengulang "positive, positive, positive" banyak kali untuk merealisasikan the law of attraction, yang selalu diingatkan Prof Muhaya dalam radio IKIM.fm.

Wassalam.






Ingat,
positif!
>_<

Monday, May 28, 2012

dakwatuna

Post daurah "Dakwatuna",
bedah chapter pertama buku Himpunan Risalah Imam Hasan Al-Banna.
Mata celik sepanjang program.
Kerja kita masih terlalu banyak.
Masih terlalu banyak juga koyak2 kelemahan diri yang perlu ditampal dan dijahit baiki.

"Rasa hati yang menyebabkan air mata ini sentiasa bercucuran. Rasanya terlalu sukar untuk sekadar melihat nasib yang menimpa masyarakat kita kemudian kita hanya berpeluk tubuh menerima segala penghinaan ini, atau reda dengan segala kehinaan ini, atau sekadar mendiamkan diri.
Demi Allah, kita akan bekerja di jalan Allah untuk kepentingan manusia lebih daripada kepentingan diri kita sendiri"

"Betapa kita mengharapkan (jika boleh) agar hati-hati ini boleh ditunjukkan kepada seluruh umat ini supaya mereka dapat melihat bahawa apa yang ada di dalam hati-hati ini hanyalah rasa kasih sayang kepada mereka, rasa simpati dan kesediaan berkorban untuk mereka"

"Orang yang menerima dakwah ini akan hidup bersama dakwah dan dakwah akan hidup bersamanya.
Orang yang tidak bersedia menanggung tanggungjawab ini akan kehilangan ganjaran para mujahid dan berada sebaris di barisan orang-orang yang tercicir bersama orang yang berpeluk tubuh.
Justeru, Allah akan menggantikan mereka dengan orang lain yang akan mendukung dakwah ini"



Allahummansurnal muslimin, wal mujahideen~
(Ya Allah, menangkanlah muslimin dan mujahidin)
yang dengan sepenuh harta dan nyawa berjuang menegakkan kalimahMu
di setiap penjuru dunia.

Mesir, Ikhwanul Muslimin dan pilihan raya.

Syria dibelenggu kekejaman luar batas manusiawinya.
Palestin yang masih belum bebas dan dimenangkan kita.

Dan Malaysia,
makin punah dalam tangan manusia berkuasa.
Islam menjadi slogan2 yang cuma dilaungkan tanpa makna,

Sedih :(


"Kita mahu kemukakan dakwah ini tanpa berselindung dan berlapik. Dakwah ini lebih cerah secerah mentari, seterang sinar fajar, sejelas siang hari!"